Di balik hiruk-pikuk kota metropolitan Jakarta, tersembunyi sebuah struktur bawah tanah yang menyimpan sejarah panjang dan misteri: Terowongan Casablanca. Terowongan ini bukan sekadar infrastruktur drainase biasa, melainkan memiliki latar belakang sejarah yang kompleks, mulai dari masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, hingga era kemerdekaan. Nama "Casablanca" sendiri diambil dari nama jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, tempat terowongan ini bermuara. Namun, lebih dari sekadar nama, terowongan ini menjadi bagian dari jaringan rahasia yang menghubungkan berbagai titik strategis di ibu kota.
Sejarah Terowongan Casablanca tidak dapat dipisahkan dari perkembangan kota Batavia (nama lama Jakarta). Pada masa kolonial Belanda, pembangunan terowongan ini dimulai sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir. Jakarta yang terletak di dataran rendah selalu rentan terhadap banjir, sehingga Belanda membangun kanal-kanal dan terowongan untuk mengalirkan air ke laut. Namun, banyak yang meyakini bahwa terowongan ini juga memiliki fungsi militer rahasia. Beberapa bagian terowongan diduga digunakan sebagai jalur logistik atau tempat persembunyian selama masa perang.
Fungsi strategis Terowongan Casablanca semakin menonjol selama pendudukan Jepang (1942-1945). Jepang dikenal gemar membangun struktur bawah tanah untuk keperluan pertahanan dan penyimpanan logistik. Terowongan Casablanca diduga terhubung dengan Goa Jepang di kawasan Ancol, yang merupakan jaringan bunker dan terowongan pertahanan. Hubungan ini menunjukkan bahwa terowongan bukan hanya untuk mengatasi banjir, tetapi juga sebagai bagian dari infrastruktur militer yang vital. Bahkan, ada cerita rakyat yang menyebutkan bahwa terowongan ini pernah digunakan untuk menyimpan harta karun atau senjata selama masa perang.
Selain Terowongan Casablanca, Jakarta juga dipenuhi dengan situs-situs lain yang sarat misteri dan sejarah. Salah satunya adalah legenda Kuyang, makhluk mistis dalam cerita rakyat Betawi yang sering dikaitkan dengan tempat-tempat angker. Kuyang digambarkan sebagai wanita yang kepalanya bisa terlepas dari tubuhnya dan terbang mencari mangsa. Legenda ini sering dihubungkan dengan lokasi-lokasi tertentu di Jakarta, seperti TPU (Tempat Pemakaman Umum) Jeruk Purut. TPU Jeruk Purut sendiri dikenal sebagai salah satu pemakaman tua di Jakarta yang penuh dengan cerita mistis. Banyak yang percaya bahwa arwah penasaran berkeliaran di sana, dan beberapa mengaitkannya dengan fenomena Kuyang.
Tak jauh dari Terowongan Casablanca, terdapat situs bersejarah lain seperti Fort Rotterdam. Meskipun Fort Rotterdam sebenarnya terletak di Makassar, Sulawesi Selatan, namanya sering disebut dalam konteks sejarah kolonial di Indonesia. Benteng ini dibangun oleh Belanda dan menjadi simbol kekuasaan kolonial. Di Jakarta, jejak kolonial Belanda juga dapat ditemui dalam bentuk bangunan-bangunan tua, yang mungkin memiliki terowongan rahasia serupa dengan Terowongan Casablanca. Hal ini menunjukkan bagaimana jaringan bawah tanah mungkin lebih luas dari yang dibayangkan, menghubungkan berbagai titik penting di seluruh nusantara.
Selain situs kolonial, Jakarta juga memiliki tempat-tempat dengan aura mistis yang kuat, seperti Rumah Mbah Darmo. Rumah ini terletak di kawasan Condet dan dikenal sebagai rumah angker yang dihuni oleh arwah penasaran. Cerita-cerita seram sering mengelilingi rumah ini, dan beberapa orang mengaitkannya dengan legenda Kuyang atau kekuatan gaib lainnya. Rumah Mbah Darmo menjadi contoh bagaimana sejarah dan misteri sering berpadu dalam narasi urban Jakarta, menciptakan lapisan cerita yang kompleks di balik permukaan kota modern.
Di sisi lain, ada pula situs-situs yang lebih terkait dengan perkembangan Jakarta modern, seperti Hotel Pondok Indah. Hotel ini terletak di kawasan elit Jakarta Selatan dan dikenal sebagai salah satu hotel mewah. Namun, beberapa cerita misteri juga mengelilinginya, termasuk kisah penampakan hantu atau kejadian aneh. Hotel Pondok Indah mungkin tidak memiliki kaitan langsung dengan Terowongan Casablanca, tetapi ia mencerminkan bagaimana Jakarta sebagai kota metropolitan selalu menyimpan sisi gelap di balik kemegahannya. Bahkan, ada spekulasi bahwa hotel-hotel tua di Jakarta mungkin memiliki akses ke terowongan rahasia dari masa lalu.
Pantai Parang Kusumo adalah contoh lain situs di Jakarta yang menyimpan sejarah dan misteri. Pantai ini terletak di kawasan Ancol dan dikenal sebagai tempat wisata. Namun, di balik keindahannya, pantai ini juga memiliki cerita rakyat tentang penampakan hantu atau kejadian mistis. Beberapa mengaitkannya dengan legenda Kuyang atau arwah penasaran dari masa lalu. Pantai Parang Kusumo mungkin tidak terhubung secara fisik dengan Terowongan Casablanca, tetapi ia menjadi bagian dari mosaik tempat-tempat misterius di Jakarta yang memperkaya narasi sejarah kota.
Jembatan Ancol adalah struktur lain yang menarik perhatian. Jembatan ini menghubungkan kawasan Ancol dengan bagian lain Jakarta dan memiliki sejarah panjang. Selama pendudukan Jepang, Ancol menjadi area strategis dengan adanya Goa Jepang dan kemungkinan terowongan rahasia. Jembatan Ancol mungkin berperan dalam logistik atau pertahanan, dan ada kemungkinan ia terhubung dengan jaringan bawah tanah seperti Terowongan Casablanca. Cerita-cerita misteri juga mengelilingi jembatan ini, termasuk laporan penampakan hantu atau kejadian aneh di malam hari.
Wesi Kuning adalah istilah yang sering muncul dalam cerita mistis Jawa, merujuk pada benda pusaka atau kekuatan gaib. Dalam konteks Jakarta, Wesi Kuning dikaitkan dengan tempat-tempat tertentu yang dianggap memiliki energi magis. Misalnya, beberapa orang percaya bahwa Terowongan Casablanca atau TPU Jeruk Purut menyimpan Wesi Kuning yang melindungi atau menyimpan misteri. Konsep ini menunjukkan bagaimana kepercayaan tradisional berbaur dengan sejarah urban, menciptakan narasi yang unik tentang kota Jakarta.
TPU Jeruk Purut, seperti yang disebutkan sebelumnya, adalah salah satu pemakaman tua di Jakarta yang penuh dengan cerita mistis. Pemakaman ini tidak hanya terkait dengan legenda Kuyang, tetapi juga dianggap sebagai tempat dengan aura magis yang kuat. Beberapa mengaitkannya dengan Wesi Kuning atau kekuatan gaib lainnya. TPU Jeruk Purut mungkin tidak terhubung langsung dengan Terowongan Casablanca, tetapi ia menjadi bagian dari jaringan tempat-tempat misterius di Jakarta yang menarik minat para pencari sejarah dan hal-hal gaib.
Goa Jepang di Ancol adalah situs bersejarah yang erat kaitannya dengan Terowongan Casablanca. Goa ini dibangun oleh Jepang selama Perang Dunia II sebagai bunker pertahanan dan tempat penyimpanan logistik. Ada spekulasi bahwa goa ini terhubung dengan terowongan rahasia di bawah Jakarta, termasuk Terowongan Casablanca. Kunjungan ke Goa Jepang sering kali mengungkap struktur bawah tanah yang kompleks, menunjukkan betapa strategisnya lokasi ini pada masa lalu. Situs ini juga dikelilingi cerita misteri, termasuk penampakan hantu tentara Jepang atau kejadian aneh.
Dalam konteks modern, Terowongan Casablanca dan situs-situs terkait lainnya terus menjadi bahan pembicaraan. Banyak yang penasaran dengan fungsi asli terowongan ini, apakah benar hanya untuk drainase atau ada tujuan rahasia lainnya. Eksplorasi dan penelitian terkadang dilakukan, tetapi banyak bagian terowongan yang masih tertutup atau tidak dapat diakses. Hal ini menambah aura misteri terowongan, membuatnya menjadi subjek yang menarik bagi sejarawan, arkeolog, dan bahkan paranormal.
Selain itu, perkembangan kota Jakarta yang pesat sering kali mengubur sejarah di bawah gedung-gedung pencakar langit. Terowongan Casablanca dan situs-situs seperti Rumah Mbah Darmo atau TPU Jeruk Purut mengingatkan kita bahwa Jakarta memiliki lapisan sejarah yang dalam, yang tidak selalu terlihat di permukaan. Pelestarian situs-situs ini menjadi penting untuk memahami evolusi kota dari masa kolonial hingga modern.
Kesimpulannya, Terowongan Casablanca adalah lebih dari sekadar infrastruktur bawah tanah; ia adalah simbol sejarah rahasia Jakarta yang terhubung dengan berbagai situs misterius seperti Kuyang, Wesi Kuning, Jembatan Ancol, Rumah Mbah Darmo, Hotel Pondok Indah, Pantai Parang Kusumo, Goa Jepang, Fort Rotterdam, dan TPU Jeruk Purut. Fungsi strategisnya selama masa perang dan kaitannya dengan legenda lokal memperkaya narasi kota ini. Bagi yang tertarik menjelajahi lebih dalam, situs-situs ini menawarkan pengalaman unik yang menggabungkan sejarah, misteri, dan budaya urban Jakarta. Dengan memahami tempat-tempat ini, kita dapat mengapresiasi kompleksitas ibu kota Indonesia yang tidak hanya modern, tetapi juga penuh dengan cerita dari masa lalu.